Penipuan Permata Senayan Properti


BILA ANDA MEMILIKI BARANG BUKTI ATAU SURAT PERJANJIAN ATAU BUKTI TRANSFER ATAU INFORMASI APAPUN PERIHAL PSP YANG TIDAK ADA DLM BLOG INI, HARAP BERBAGI KEPADA KAMI, KIRIMKAN KE: penipuanpermatasenayanproperti@gmail.com. HARAPAN KAMI ADALAH TERKUMPULNYA BARANG BUKTI YANG CUKUP AGAR PSP DAPAT DITINDAK SECARA HUKUM. MOHON PARTISIPASINYA!!!!

JIKA ADA YANG INGIN BERGABUNG DALAM MENEMPUH JALUR HUKUM, HUB 081316749611 (ADVOKAT BUKIT SITOMPUL. SH)

Hati-hati dengan skema program avalist investor yang ditawarkan PT.Permata Senayan Properti dengan Presiden Direkturnya Abdus Saki. PSP dan Abdus Saki 100% adalah sindikat PENIPUAN!!!! JANGAN MENYETORKAN UANG DALAM BENTUK APAPUN SEBELUM ANDA PELAJARI BLOG INI.

Bagi yang belum tahu, PT.Permata Senayan Properti (PT.PSP) menawarkan untuk menyediakan pendanaan bagi para pemilik proyek di Indonesia yang memerlukan dana untuk kelancaran usahanya dan memberikan jaminan kepada investor luar negeri yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.


<Ada informasi menyebutkan PT PSP telah pindah alamat dari sebelumnya di Perkantoran Permata Senayan Blok B-16, Jl Patal Senayan, Jakarta, 12210, Indonesia menjadi: Gedung Ciputra, depan mall ambasador Lt 28, pindah sekitar semester 1 thn 2014. Bila ada yang bisa konfirmasi, harap infonya>

Singkatnya, konsep yang ditawarkan adalah sebagai berikut:
Pihak PSP akan menghubungkan klien dengan calon investor diluar negeri untuk keperluan pembiayaan proyek klien yang mana minimal harus diatas Rp 50 M. Namun bukan sekedar menghubungkan, pihak PSP juga akan menjadi avalist (penjamin) dan menerbitkan buyback guarantee terhadap project, agar investor dapat terlindungi dari resiko project gagal bayar/default. Istilahnya kalau project bermasalah, investor akan mendatangi dan mencari PSP untuk meminta pertanggungjawabannya ataupun menyita asset jaminan PSP. Atas jasa ini, timbal balik untuk PSP adalah PSP akan mendapatkan success fee sebesar 3% bila dana dari investor sudah cair ke rekening klien
Nah permasalahannya, dalam proses ini, pihak PSP meminta berbagai uang didepan (Advance fee scam)  untuk penerbitan buyback guaranteenya jauh sebelum dana investor cair. Uang buyback guarantee ini berkisar Rp50-100jt, bergantung pada besar nominal project yang diminta.

Contoh salah satu advance fee scam yang dilaksanakan PT PSP adalah:
Dalam surat perjanjian yang ditawarkan, PT.PSP ada menyatakan bila dana investor cair, maka biaya buyback guarantee yang sudah dibayarkan akan dikembalikan dalam bentuk potongan success fee. NAMUN, bila dalam waktu 30 hari kerja, investor menolak/tidak berminat, maka biaya buyback guarantee tersebut akan dikembalikan 60% (enam puluh persen) kepada client, padahal pada kenyataannya memang itu hanya akal-akalan dan kesengajaan pihak PSP saja agar seakan-akan investor menolak/tidak berminat, dll terhadap proyek kita sehingga uang buyback guarantee yang kita bayarkan itu menjadi hangus.


Contoh skema advance fee lainnya adalah biaya survey lokasi oleh perwakilan PSP ke pemilik proyek.

(Hati-hati, surat perjanjian yang ditawarkan ke klien kadang kala direvisi terus menerus oleh pihak PSP, untuk menutupi segala macam celah yang mungkin ada, dan isi perjanjian selalu dibuat condong memenangkan ke pihak PSP)


Saya sendiri sudah berhubungan lansung dengan PT.PSP dan dengan pak Abdus Saki lansung juga, dan juga telah melakukan beberapa penyelidikan yang cukup cermat. Hasil-hasil penyelidikan dan analisa saya saya posting diblog ini. Selain itu, sudah banyak keluhan dari orang-orang yang telah menjadi korban PSP maupun bekas pegawai PSP yang saya terima, sehingga per penulisan entry ini, posisi saya dari sebelumnya 50:50 di awal, setelah semakin menelusuri dan input kiri kanan dari orang-orang mantan PSP maupun para korban, saya simpulkan PSP DAN Abdus Saki ADALAH 100% PENIPUAN!

Silahkan pelajari lebih lanjut blog ini, dan saya harapkan juga input-input dari berbagai pihak, termasuk anda maupun bila ada bantahan dari PT.PSP lansung, mulai dari SINI  untuk membaca kesaksian-kesaksian orang-orang yang pernah berhubungan dengan PSP dan Abdus Saki. Jangan percaya dengan apapun yang dijanjikan PSP dan Abdus Saki.

Bagaimanapun, bila anda memang nekat serius ingin membayarkan buyback guarantee ke pihak PSP, coba mintakan dahulu ke pihak PSP dokumen Proof of Funds yang diterbitkan oleh bank sebesar nilai proyek yang anda minta. Proof of Funds adalah pernyataan dari bank bahwa yang bersangkutan memang memiliki dana sebesar yang dicantum, biasanya dalam bentuk SWIFT code MT760 dan ini prosedur standard dalam transaksi bisnis international dan tidak dapat dibohongi. Hanya bila pihak PSP bisa menunjukkan keabsahannya melalui Proof of Funds dalam bentuk MT760 tersebut, baru layak disebut avalist. Namun sejauh ini dokumen ini belum pernah saya ataupun siapapun juga terima dari PSP.

Silahkan comment ataupun bila ingin posting artikel/pengalaman pribadi/analisis di blog ini, kirimkan saja tulisan anda ke email saya di penipuanpermatasenayanproperti@gmail.com

----
Berikut pihak-pihak internal Permata Senayan Properti yang perlu diwaspadai:
  1. ABDUS SAKI atau SAKI, selaku Presiden Direktur. 0811 92 6666, 0856 1365 666
  2. SOLICHIN NUR HANDOYO atau SOLIHIN, selaku Investor Relation Director, 0815 115 08805, 0812 101 9712
  3. SRI NANANG SETIYONO atau NANANG, selaku Project Director, 0818 769 486
  4. AMELIA, Senior Vice Presiden Director / Mentor, 082 111 9696 74 
  5. AS'AD, Senior Vice Presiden Director / Mentor, 0812 8668 8699
  6. REDO TANJUNG, Senior Vice Presiden Director / Mentor, 0813 1597 6688
  7. PASTOR PHANG atau PHANG ANTHONIUS, Senior Vice Presiden Director / Mentor, 0812 8888 6362, 0813 99087666, 0812 8888 6362, 0819 777 30206, 021 99 710 891
  8. JUNIAR, Senior Vice Presiden Director / Mentor, 0857 1465 6528, 0812 816 2390
  9. LIANA atau BERLIANA SIHITE, Senior Vice Presiden Director / Mentor, 08788 1971 688
  10. ENOL ANDREAS HAREFA, Senior Vice Presiden Director / Mentor, 0818 823 992
  11. LINDA TAN, Senior Vice Presiden Director / Mentor, 0813 8687 7809, 0815 849 12 489
  12. MARLIA, Senior Vice Presiden Director / Mentor, 0815 900 3667
  13. HEIDY SUGANDI, Senior Vice Presiden Director / Mentor, 0813 8366 8088
  14. VONIYATI, Senior Vice Presiden Director / Mentor, 0852 1968 3038
  15. AMRULLAH SATOTO, Senior Vice Presiden Director / Mentor, 0816 94 3698
  16. ANSYAR, Senior Vice Presiden Director / Mentor, 0813 4183 8727
  17. REY RODIANTO, Senior Vice Presiden Director / Mentor, 0899 8121 890
  18. TABARRU TRI WAHYUNINGRUM atau ARU, Keuangan, 081 8089 31113
  19. HANDIKA WULANTARI atau DIKA, Sekretaris, 085 699 18 609 
  20. RETNO MULYANINGSIH, Sekretaris, 021 9832 6685
  21. NOVA RATU BILQIS, Admin Agreement, 0856 785 0458


19 komentar:

ariansyah putra said...

TERIMAKASIH TELAH MENGEXPOSE VIA WEBSITE INI,SAYA DARI LEMBAGA PENDIDIKAN JUGA KORBAN SEJAK SEPTEMBER 2012.KERUGIAN KAMI ADALAH 1.SETORAN PERTAMA KEPADA PSP MELALUI WAKILNYA LINDA TAN SEBESAR RP.55 JUTA ( ADA TANDA BUKTI ) 2.SETORAN KEDUA ATAS PERINTAH GROUP SAKI DAN DR.CARLOSS DI SPANYOL SEBESAR 5000 URO ( ADA BUKTI TANDA BUKTI STOR )3.BIAYA YG KAMI KELUARKAN AKOMODASI DAN TRANSPORT BATAM JAKARTA 3x RP.30.000.000
SUDAH KAMI PELAJARI SDR ABDUS SAKI DAN WAKILNYA LINDA ( LINTA DARAT ) TELAH MENJEBAK PARA PENCARI DANA DENGAN MODUS MENJEBAK PARA PENCARI DANA DENGAN CARA MEMINTA DANA DIDEPAN PAKAI ILMU HIPNOTIS DENGAN MENGATAKAN LANGSUNG DIPROSES,PERSYARATANS PROSES DICICIL TANPA MINGINFORMASIKAN SECARA LENGKAP DAN SAMBIL SINDIKAT MEREKA MEMINTAIN UANG TERUS DENGAN MENGINFORMASIKAN BAHWA DANA SEGERA CAIR DAN DI PROPOSAL YG KITA AJUKAN DI STEMPEL "DANA PASTI CAIR SETELAH MEMENUHI PERSYARATANS"
YG FATAL SAYA TEMUKAN SETELAH SAYA MULAI CURIGA SAYA MENDATANGI KEDUTAAN INGGRIS DAN SPANYOL SESUAI SURAT YANG DITEMBUSKAN KEPADA KAMI SEOLAH KEDUTAAN BESAR INGGRIS DAN SPANYOL BAHWA KERJA MEREKA BENAR PADAHAL KEJAHATAN YG MEREKA BUAT TELAH BANYAK MERUGIKAN PENCARI DANA DAN MUNGKIN TELAH MENGUMPULKAN DANA TRILIUNAN RUPIAH.1.ALAMAT EMAIL KEDUTAAN DISALAHKAN 2.DUTA BESAR INGGRIS NAMANYA SALAH DAN TELAH BERPINDAH TUGAS SATU TAHUN LEBIH SETELAH SAYA MASUK BERTANYA MINTA INFO.
SARAN SAYA MARILAH KITA BERSATU MENGUMPULKAN PARA KORBAN DENGAN MEMPERSIAPKAN BUKTI BUKTI STOR DAN KITA MENUNTUT GANTI RUGI ATAS PERBUATAN YG MERUGIKAN KITA SEMUA.UTK BATAM ADA 3 KORBAN LENGKAP TANDA BUKTI. KALAU KITA SUDAH ADA MINIMAL 13 ( TIGA BELAS ) ORANG YG KORBAN KITA SUDAH BISA DEMO LANGSUNG KE PT.PSP DIJAKARTA ,
KALAU BISA DIUMUMKAN DIKORAN KOMPAS AGAR KORBAN PENIPUAN PT.PSP DAPAT MENGIRIMKAN BUKTIS KERUGIAN YG TELAH DISTOR AGAR KITA BERSATU UTK MENUNTUT KEJAHATAN YG MEREKA PERBUAT.
SAYA SANGAT INGIN BERKOMUNIKASI DENGAN PEMBUAT WEBSITE INI TLG SMS SAYA DI 081270441988
UTK PERSIAPAN KITA MENUNTUT GANTI RUGI,SETUJU?
.

JULIYANI









Healty About You said...

Sebenarnya kalau teliti, tidak perlu ada kejadian seperti yang dialami oleh ariansyah putra (batam). Sedikit akan saya jelaskan tentang proses peminjaman dana (seperti yang pernah saya alami):
- Untuk mendapatkan dana pinjaman dari pihak ketiga selain bank, ada aturan yang tetap harus dipenuhi yakni proses perbankan secara resmi, yang dimaksud secara resmi adalah :
1. Badan usaha yang dapat di danai adalah minimal PT (perseroan terbatas)
2. Memiliki usaha yang masih aktif
3. Meminta kepada bank untuk dapat menerbitkan OL (Overletting of Letter) atas usaha / proyek yang akan dinanai termasuk analisa finansial perusahaan
4. Setelah OL terbit, maka OL inilah ditunjukkan kepada funder
5. Jika disetujui, maka funder akan memberikan rekomendasi kepada BI (Bank Indonesia)yang juga diketahui oleh PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi keuangan)untuk pencairan dana kepada Maincont yang ditunjuk oleh funder, bukan secara langsung kepada pihak peminjam dana
6. Dalam pelaksanaannya, peminjam dana akan selalu menghubungi maincont untuk pencairan dana sesuai progress project yang sedang dikerjakan.
7. Funder resmi TIDAK PERNAH meminta SETORAN apapun
8. Semua administrasi sejak dari Loket BI dsb ditanggung oleh funder

Jika dalam prakteknya, ada yang mengaku sebagai Funder dan tidak pernah meminta OL (Overletting Of Letter) dari bank, sudah saya pastikan BOHONG BESAR.

Karena dari OL tersebut, BI akan tau secara pasti bank dari kantor cabang mana yang telah menerbitkannya, karena termasuk tanda tangan pejabat bank yang mengeluarkannya akan dipertanggung jawabkan.

semoga sedikit keterangan ini dapat menjadi informasi bagi semuanya


Salam


RAHARJO MARDI SAPUTRO

Willim Wilianto said...

Terimakasih saya membaca penjelasan dan keterangan bp mengenai perusahaan pendanaan, jikalau untuk project/usaha kerja-sama apakah prosedur nya sama atau bisa langsung dengan perusahaan terkait ? bisa rekomendasikan perusahaan investasi yang bersedia untuk kerja-sama ? terimakasih

Hormat kami
Willim Wilianto

Email : thewilys_666@yahoo.com.sg

etherbion said...

Salam kenal untuk saudara Willim,

Secara umum semuanya adalah kerjasama, ada funder (pendana) dan owner (pemilik ide/project).
Jika yang dimaksud secara spesifik adalah Saudara Willim sebagai pemilik ide (tanpa ada badan hukum) dan membutuhkan funder (pendana) maka jawaban saya : HAMPIR TIDAK ADA, terkecuali Saudara Willim mengajukan peminjaman dana secara pribadi kepada bank.

Jika untuk project dengan nilai diatas 100M - 1T silakan kirim email ke etherbion@gmail.com, saya akan jelaskan secara detail termasuk persyaratan yang dibutuhkan, mulai pembuatan proposal, analisis finansial, analisis usaha, grace period, block fund, MoU dengan perbankan dan sebagainya.


Salam,

RAHARJO MARDI SAPUTRO

therealfunder said...

Pada bulan Februari 2013 BI telah mengeluarkan peraturan baru (http://www.bi.go.id/web/id/Peraturan/Perbankan/PBI_15_1_PBI.htm) tentang LPIP (Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan). Saat ini hanya ada 2 investor lokal yang terdaftar secara resmi.

Jika ada yang membutuhkan bantuan pinjaman dana dari investor lokal mulai 100 Milyar s/d 200 Trilyun (proses perbankan resmi) silakan menghubungi saya via :

email etherbion@gmail.com atau
telp. 081233911136


RAHARJO MARDI SAPUTRO

Wong Banten said...

Numpang lewat bos

Setau dan seingat saya pa saki itu orangnya baik dan tidak neko2

Avalist Senayan said...

Berikut ini kami berikan beberpa bukti NYATA bila PT PSP itu sudah mendanai beberapa proyek, silahkan anda clik alamat di bawah ini

http://permatasenayanpropertipt.blogspot.com

PermataSenayan Properti said...

Dari sepintas mungkin kelihatannya orangnya ramah dan baik, namun tidak dapat dipungkiri sudah banyak sekali orang-orang yang tertipu oleh beliau dalam skema avalist investor ini

Tidak sedikit juga karyawan2 diperusahaan beliau yang mengundurkan diri karena karir yang mereka jalani ditempat pak Saki tidak hala, uangnya adalah hasil tipu daya dan muslihat. selengkapnya boleh bpk baca di https://sites.google.com/site/penipuanpermatasenayanproperti/kesaksian-testimony

Apakah bpk sendiri pernah berhubungan lansung dengan pak Saki dalam hal urusan pembiayaan proyek?

Kalau hub interpersonal diluar pekerjaan sih saya rasa orangnya ok ok saja

Bila bpk ada pandangan lain, saya akan sangat senang mendengarnya

PermataSenayan Properti said...

Bpk, dokumen2 yg anda lampirkan sama sekali tidak lengkap dan hanya sepenggal-sepenggal.

Dokumen pertama itu hanya surat internal dari PSP ke PT.Rekayasa Industri, tanpa ada alasannya. Kalau hanya surat internal ditujukan untuk menginstruksikan ini dan itu ke presiden juga saya juga bisa buat, tp bkn berarti diterima dan diakui

Dokumen kedua tentang tender Blue Sky Project hanyalah penjelasan dari direktur pertamina perihal tender blue sky, tidak ada penunjukan PSP sbg penyandang dana proyek dll.

Jadi sama sekali dokumen2 yg anda lampirkan tidak ada artinya sama sekali

Bila bpk Saki memang sanggup menjadi avalist buat proyek2 besar, saya tantang, tunjukkan ke kami semua POF (Proof Of Fund) cukup sebesar Rp 100 Milyard saja (tak usahkan sampai hitungan T)

Richard Noh said...
This comment has been removed by the author.
blackcoffeeholic and lovemaker said...

Apakah sampai sekarang perusahaan ini masih beroperasi atau tidak?

therealfunder said...

Dokumen yang ada pada website tidak ada yang valid, kami menantang saudara Saki untuk pembuktian MoU dengan Bank Indonesia tentang penerapan suku bunga pinjaman dari proyek yang telah didanai serta proses perbankan lainnya (mulai dari bank daerah, kanwil hingga pusat dan BI). Sederet nama besar perusahaan yang ditampilkan pada website / blog bukan jaminan bahwa mereka pernah didanai oleh PSP.

RAHARJO MS

PermataSenayan Properti said...

Perusahaan sampai sekarang masih beroperasi dan masih melanjutkan melakukan penipuan

CALL CENTER AVALIST INVESTOR said...

Rata-rata proyek Nasabah masih Start Up,ROI sangat Rendah tidak menjanjikan keuntungan, manajemen tdk baik/buruk, berkantor dirumah, tdk jelas pemilik sahamnya, jajaran direksinya tidak jelas, dalam wawancara kelihatan nafsu pemilik proyek, tidak ada FS, tidak ada Bussines Plan.

CALL CENTER AVALIST INVESTOR said...

Rata-rata proyek Nasabah masih Start Up,ROI sangat Rendah tidak menjanjikan keuntungan, manajemen tdk baik/buruk, berkantor dirumah, tdk jelas pemilik sahamnya, jajaran direksinya tidak jelas, dalam wawancara kelihatan nafsu pemilik proyek, tidak ada FS, tidak ada Bussines Plan.

Mardanus Ramandey said...

slama kenal
nama saya hendrik dr papua
kami merasa tertipu dengan skema PT.PSP
lebih baik kita rame2 tuntut PSP dengan mengundang media kompas. sehingga pihak kepolisian dapat mengambil langka tegas. usut tuntas trimkasih jangan tunggu lama. hayooo buruan kita demo rame2.

PermataSenayan Properti said...

Saya setuju, ayo mari kita mengundang media massa dan pemberitaan tentang penipuan PSP ini. Rekan-rekan yang mempunyai jalur ke media massa seperti kompas, dll silahkan menginformasikan ke saya!

Wayan Sugara said...

Kantornya kecil, sedikit kumuh (tidak elegan) dan berada di bagian sudut blok bangunan. Tidak ada sentuhan atau cerminan bahwa perusahaan ini berkaitan dengan dana yang ratusan milyar, bersentuhan dengan nilai puluhan milyar masih memungkinkan.

Sebelum Agustus 2013 masih banyak tamu tamu yang datang. Minimal kendaraan tamu yang terparkir disekitar kantor itu adalah kijang Innova. Dilihat dari plat nomor polisinya ada yang berasal dari luar Jakarta, misalnya Aceh atau Surabaya atau Bandung. Sekilas dari terkesan ada nuansa investasi, tentunya berkaitan dengan uang banyak. Sebuah tempat para investor dan pencari modal. Dengan selalu adanya seseorang berpakaian militer dengan pangkat yang tidak kumengerti sebagai penjaga, menambah kekagumanku terhadap kantor ini. Bukan kantor biasa, pengamannya saja membutuhkan jasa militer.
Aku dulu sering lewat sana. Bukan tempat mesum atau perjudian atau tempat yang melanggar hukum sebagaimana biasanya yang kupernah lihat, sehingga membutuhkan pengamanan seperti itu untuk beroperasi.

Beberapa waktu yang lalu aku sempat mampir ke sebuah warung di komplek itu yang bernama Kopitiam. Kebetulan lokasi baru Kopitiam berada di pojok blok itu menghadap ke timur, persis membelakangi kantor perusahaan itu. Sekarang kantor kelihatan sepi. Jarang ada lagi mobil tamu kantor parkir disana. Bahkan tidak jarang supplier bahan baku Kopitiam sering parkir di kantor itu sekedar untuk menurunkan barang.

Aku tidak tahu apa yang terjadi. Tapi yang jelas di pintu kaca kantor perusahaan berlantai 4 tersebut tertempel 2 lembar tulisan. Lembar pertama menyatakan bahwa untuk menyesuaikan dengan waktu kerja di Eropa dan Amerika, maka jam kerja di kantor itu diubah menjadi jam 12 siang hingga jam 8 malam. Lembar kedua berkaitan dengan surat keterangan dari kepolisian bahwa direktur perusahaan ini tengah memperkarakan pihak pihak tertentu atas pencemaran nama baik yang dialaminya. Tertulis disana waktu kejadian adalah bulan Agustus 2013. Teringat olehku bahwa Agustus adalah bulan puasa dan menjelang lebaran. Jelas banyak orang membutuhkan uang, waktu yang sensitif dan kritis.

Lembar fotokopian dari kepolisian inilah yang kemudian memberi kesan angker bagi orang awam seperti aku terhadap kantor itu. Sebagaimana pagi itu, hanya ada seorang office boy yang menyapu keangkeran, kegelapan dan kesan kumuh dari lantai satu.

PermataSenayan Properti said...

saya salah satu kuasa hukum korban PSP JIKA ADA YANG MAU BERGABUNG hub 081316749611 Advokat Bukit Sitompul. SH

Post a Comment